Headlines News :
Home » , » Pemprov Buat Tim Kecil Tangani Air Asia

Pemprov Buat Tim Kecil Tangani Air Asia

Written By Admin on Rabu, 03 Maret 2010 | 02.13

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Airasia > Pemprov Buat Tim Kecil Tangani Airasia

Selasa, 02-03-2010
Pemprov Buat Tim Kecil Tangani Airasia

MAKASSAR,UPEKS -- Rencana hengkangnya Airasia dari Manado dan Palembang membuat sejumlah kalangan, khususnya pelaku usaha, pariwisata dan Pemerintah Sulsel gusar. Sinyal untuk hengkang dari Makassar juga sudah di depan mata.

Untuk itu, Pemprov Sulsel menggelar pembicaraan dengan melibatkan manajemen Airasia, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association Agency (Asita), Bea Cukai, Dinas Perhubungan, Dinas Tourisme and TravelPariwisata, pengelola Bandara International Sultan Hasanuddin.

Pertemuan tersebut digelar di Ruang Rapat Pimpinan Pemprov Sulsel, Senin (1/3). Namun sayang, pihak pimpinan Airasia yang diundang, hingga rapat dimulai tidak muncul. Hanya karyawannya saja yang diutus. Alhasil, perwakilan dari Airasia tersebut diminta keluar dan tidak dilibatkan dari rapat sambil menunggu pimpinan atau pemegang kebijakan dari maskapai penerbangan internasional tersebut hadir.

Dalam pembicaraan tersebut terungkap beberapa permasalahan yang dihadapi. Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga mengemukakan berdasarkan hasil pembicaraannya dengan pihak Airasia, hengkangnya maskapai tersebut dari Manado dan Palembang diakibatkan oleh load factor yang rendah.

Selain itu, komitmen pemerintah daerah untuk membantu memberikan biaya promosi senilai US 50 ribu dolar hingga saat ini belum terealisasi.

"Katanya Makassar the next schedule. Saya sedikit gemetaran, jangan sampai hal itu terjadi," jelasnya.
Menurut Anggiat, hengkangnya Airasia dari Manado seharusnya menjadi opportunity untuk Makassar karena menjadi peluang yang lebih besar untuk penerbangan internasional.

"Jadi kita memang perlu kaji baik secara stimulus maupun pelayanan kepada penerbangan internasional. Kita perlu kaji kembali beberapa komitmen agar ada hal yang konkrit," jelasnya.

Wakil Gubernur Sulsel, H Agus Arifin Nu'mang mengemukakan harus dibuat tim kecil dengan melibatkan seluruh stakeholder yang berkompeten terhadap persoalan itu. Sementara untuk persoalan dana promosi yang dijanjikan, tidak ada masalah, itu bisa diusahakan.

Agus hanya berharap, predikat Bandara Internasional yang disandang Bandara Sultan Hasanuddin tetap dipertahankan dengan adanya layanan penerbangan internasional.

Data yang ada, load factor Airasia rata-rata 56%. Incoming rata-rata Januari sampai Mei hanya sekira 40% hingga 50%. Untuk Januar tahun lalu load factor Airasia 39%. Sementara Januari tahun ini 79%. Airasia jadwal empat kali seminggu melewati rute Makassar-Singapura. di

Sangat disayangkan, rapat yang membicarakan permasalahan Airasia yang merupakan satu-satunya maskapai penerbangan internasional tersebut tidak dihadiri pihak Airasia sendiri.

Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Crew Ticketing

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Kafila Travel : 021-87780234 - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template