Rabu, 24-02-2010
Analisis
Jangan Sampai AirAsia Hengkang
H Amirullah SE
Ketua Kadin Kota Makassar
Kebijakan manajemen AirAsia yang menarik diri dari Manado dan Palembang menjadi ancaman kepada Makassar. Bisa jadi perusahaan penerbangan itu, akan melakukan hal serupa dengan hengkang dari Makassar. Jika hal itu terjadi akan menjadi preseden buruk bagi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Oleh karena itu, semua pihak terkait harus duduk bersama memikirkan jalan keluar, agar AirAsia tetap melayani rute internasional dari dan ke Makassar tujuan Kuala Lumpur Malaysia.
Sebab dengan tetap beroperasinya maskapai internasional di Makassar akan memberikan nilai lebih dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Makassar dan Sulsel pada umumnya sebagai penopang utama Kawasan Timur Indonesia (KTI) menghadapi persaingan di pasar bebas (ASEAN-China Free Trade Area/ACFTA).
Beberapa langkah yang dapat dilakukan, diantaranya memaksimalkan peran kedutaan besar Indonesia di Malaysia. Yaitu dengan mengundang Duta Besar Indonesia untuk Malaysia hadir di Makassar melihat langsung potensi Sumber Daya Alam (SDM) yang dimiliki daerah ini, lalu dipromosikan di Malaysia. Sehingga minat masyarakat, baik itu wisatawan maupun investor Malaysia berkunjung ke Makassar terus mengalami kenaikan.
Selain itu, peran pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Pemerintah Kabupaten/Kota (Pemkab/Pemkot) se-Sulsel mampu mempromosikan dan mengemas potensi SDA, terutama tempat wisata. Sehingga memiliki daya tarik yang luar biasa di mata orang luar.
Perlakuan terhadap Wisatawan Mancanegara (Wisman) juga harus diletakkan pada porsi yang seharusnya. Apalagi selama ini, para wisman kerap kali mengeluhkan buruknya pelayanan petugas Bea dan Cukai di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Terutama perlakuan petugas Bea dan Cukai yang memeriksa barang penumpang secara berlebih-lebihan dan kerap membongkar isi barang tas pemilik penumpang.
Seharusnya para petugas mempercayakan pemeriksaan barang-barang penumpang kepada sistem komputerisasi dan X Ray. Apalagi penumpang juga sudah melalui pemeriksaan serupa di bandara Kuala Lumpur sebelum berangkat ke Makassar.
Meski demikian apa pun alasannya kita harus tetap memperjuangkan agar AirAsia tidak sampai hengkang dari Makassar.
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
Analisis
Jangan Sampai AirAsia Hengkang
H Amirullah SE
Ketua Kadin Kota Makassar
Kebijakan manajemen AirAsia yang menarik diri dari Manado dan Palembang menjadi ancaman kepada Makassar. Bisa jadi perusahaan penerbangan itu, akan melakukan hal serupa dengan hengkang dari Makassar. Jika hal itu terjadi akan menjadi preseden buruk bagi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Oleh karena itu, semua pihak terkait harus duduk bersama memikirkan jalan keluar, agar AirAsia tetap melayani rute internasional dari dan ke Makassar tujuan Kuala Lumpur Malaysia.
Sebab dengan tetap beroperasinya maskapai internasional di Makassar akan memberikan nilai lebih dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Makassar dan Sulsel pada umumnya sebagai penopang utama Kawasan Timur Indonesia (KTI) menghadapi persaingan di pasar bebas (ASEAN-China Free Trade Area/ACFTA).
Beberapa langkah yang dapat dilakukan, diantaranya memaksimalkan peran kedutaan besar Indonesia di Malaysia. Yaitu dengan mengundang Duta Besar Indonesia untuk Malaysia hadir di Makassar melihat langsung potensi Sumber Daya Alam (SDM) yang dimiliki daerah ini, lalu dipromosikan di Malaysia. Sehingga minat masyarakat, baik itu wisatawan maupun investor Malaysia berkunjung ke Makassar terus mengalami kenaikan.
Selain itu, peran pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Pemerintah Kabupaten/Kota (Pemkab/Pemkot) se-Sulsel mampu mempromosikan dan mengemas potensi SDA, terutama tempat wisata. Sehingga memiliki daya tarik yang luar biasa di mata orang luar.
Perlakuan terhadap Wisatawan Mancanegara (Wisman) juga harus diletakkan pada porsi yang seharusnya. Apalagi selama ini, para wisman kerap kali mengeluhkan buruknya pelayanan petugas Bea dan Cukai di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Terutama perlakuan petugas Bea dan Cukai yang memeriksa barang penumpang secara berlebih-lebihan dan kerap membongkar isi barang tas pemilik penumpang.
Seharusnya para petugas mempercayakan pemeriksaan barang-barang penumpang kepada sistem komputerisasi dan X Ray. Apalagi penumpang juga sudah melalui pemeriksaan serupa di bandara Kuala Lumpur sebelum berangkat ke Makassar.
Meski demikian apa pun alasannya kita harus tetap memperjuangkan agar AirAsia tidak sampai hengkang dari Makassar.
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !