Home > Tiket Pesawat > Domestic > Airasia > Airasia ingin Buka Rute Brunei - Bandung
AirAsia Ingin Buka Rute Brunei-Bandung
Jumat, 5 Maret 2010 | 15:15 WIB
BANDUNG, TRIBUN - Terbukti, bahwa Bandung sudah menjadi satu di antara sekian banyak daerah tujuan wisata di tanah air. Buktinya, sampai saat ini, frekuensi penerbangan ke Bandung dari beberapa daerah, termasuk kawasan Asia, semisal Singapura dan Malaysia, tergolong padat.
"Sebelum rute Kuala Lumpur (KL)-Bandung, maskapai AirAsia beroperasi, kami mengajukan syarat. Isinya, jika load factor-nya melebihi 60 persen, maskapai tersebut boleh menambah jadwal penerbangan Bandung, yang semula dua kali per minggu, menjadi setiap hari," tandas Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, pada Pemberian 4.000 Sertifikat KOmpetensi Tenaga Kerja Pariwisata Bidang Hotel, Restoran, dan Spa, di Hotel Aston, Jalan Dr Junjunan Bandung, Jumat (5/3). KL-
Jero Wacik meneruskan, dalam perkembangannya, load factor rute KL-Bandung mencapai 80 persen. Kondisi itu, demi memajukan dunia pariwisata di tanah Air, khususnya, Jabar dan Bandung, pihaknya merekomendasikan penambahan jadwal penerbangan menjadi setiap hari kepada Departemen Perhubungan (Dephub).
"Dalam perkembangannya, load factor KL-Bandung terus meningkat. Akhirnya, KL-ruteBandung bertambah menjadi dua kali per hari dalam setiap pekannya. Kini, bertambah lagi menjadi 3 kali per hari," paparnya.
Melihat kondisi itu, lanjutnya, salah satu maskapai penerbangan asal Brunei, yaitu Brunei Air, berhasrat untuk mengikuti jejak AirAsia. "Mereka berkeinginan membuka rute Brunei-Bandung," cetus Jero Wacik.
Namun, lanjutnya, pihaknya hanya dapat merekomendasikan rencana itu kepada lembaga terkait, dalam hal ini Dephub. Menurutnya, adanya ketertarikan Brunei untuk membuka ke rute Bandung menunjukkan bahwa Parisj van Java sudah terkenal ke mancanegara. (tribunjabar/win)
Sumber : BANDUNG, TRIBUN
AirAsia Ingin Buka Rute Brunei-Bandung
Jumat, 5 Maret 2010 | 15:15 WIB
BANDUNG, TRIBUN - Terbukti, bahwa Bandung sudah menjadi satu di antara sekian banyak daerah tujuan wisata di tanah air. Buktinya, sampai saat ini, frekuensi penerbangan ke Bandung dari beberapa daerah, termasuk kawasan Asia, semisal Singapura dan Malaysia, tergolong padat.
"Sebelum rute Kuala Lumpur (KL)-Bandung, maskapai AirAsia beroperasi, kami mengajukan syarat. Isinya, jika load factor-nya melebihi 60 persen, maskapai tersebut boleh menambah jadwal penerbangan Bandung, yang semula dua kali per minggu, menjadi setiap hari," tandas Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, pada Pemberian 4.000 Sertifikat KOmpetensi Tenaga Kerja Pariwisata Bidang Hotel, Restoran, dan Spa, di Hotel Aston, Jalan Dr Junjunan Bandung, Jumat (5/3). KL-
Jero Wacik meneruskan, dalam perkembangannya, load factor rute KL-Bandung mencapai 80 persen. Kondisi itu, demi memajukan dunia pariwisata di tanah Air, khususnya, Jabar dan Bandung, pihaknya merekomendasikan penambahan jadwal penerbangan menjadi setiap hari kepada Departemen Perhubungan (Dephub).
"Dalam perkembangannya, load factor KL-Bandung terus meningkat. Akhirnya, KL-ruteBandung bertambah menjadi dua kali per hari dalam setiap pekannya. Kini, bertambah lagi menjadi 3 kali per hari," paparnya.
Melihat kondisi itu, lanjutnya, salah satu maskapai penerbangan asal Brunei, yaitu Brunei Air, berhasrat untuk mengikuti jejak AirAsia. "Mereka berkeinginan membuka rute Brunei-Bandung," cetus Jero Wacik.
Namun, lanjutnya, pihaknya hanya dapat merekomendasikan rencana itu kepada lembaga terkait, dalam hal ini Dephub. Menurutnya, adanya ketertarikan Brunei untuk membuka ke rute Bandung menunjukkan bahwa Parisj van Java sudah terkenal ke mancanegara. (tribunjabar/win)
Sumber : BANDUNG, TRIBUN


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !